Quran

Makna Al Quran secara Bahasa dan Istilah

adab membaca al quran

Makna Al Quran Secara bahasa atau etimologi. Al Quran (القرآن) adalah bentuk masdar dari kata ( قرأ – يقرأ – وقرآنا ) yang memiliki dua makna: (تلا) “Talaa” atau (جمع) “Jama`a”. Maka makna Al Quran:

  • (تلا) menjadi Isim maful yang artinya (متلو) “Yang dibaca/ bacaan”.
  • (جمع) menjadi mashdar, maka maknanya menjadi Isim Fail atau Kumpulan dari berbagai macam khabar-khabar dan hukum-hukum.

Pertanyaan seputar Makna Al Quran

Apa yang dimaksud dengan Al Quran?

Dari segi bahasa, Al Quran berarti “yang dibaca” atau “bacaan”. Sedangkan menurut istilah, pengertian Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah SWT, yang diwahyukan dalam bahasa Arab kepada Nabi Muhammad dan membacanya bernilai ibadah.

Berapa Juz dan Surat dalam Al Quran?

Al Quran terdiri dari 114 Surat. Dimulai dengan surat Al Fatihah hingga surat An Naas, yang di bagi kedalam 30 Juz.

Berapa Jumlah Ayat dalam Al Quran?

Menurut Ibnu Katsir, jumlah ayat Al Quran ada 6000 ayat. Ada ulama lain yang mengatakan 6 ribu ayat, 6204 ayat, 6014 ayat, 6219 ayat, 6225 atau 6226 ayat dan menurut Abu Amr Ad-Dani, 6236 ayat.
Semua hurufnya berjumlah 320.671. Ada yang berpendapat bahwa kalimat Al Quran berjumlah 77.277, 77.934, dan 77.434 kalimat.

Kapan turunnya Al Quran?

Dimulai sejak tanggal 17 Ramadan, saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun hingga wafat pada tahun 632 M.

Bagaimana proses turunnya Al Quran?

Al Quran diturunkan oleh Allah subhanahu wa taalaa melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salaam. Pertama kali di turunkan di Gua Hiro, Mekkah.

Berapa lama masa turunnya Al Quran?

Ayat-ayat al Quran turun secara berangsur-angsur dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Ada pula sebagian ulama lain yang berpendapat bahwa Al Quran diwahyukan secara bertahap dalam kurun waktu 23 tahun (dimulai pada 22 Desember 603 M).

Apa nama lain Al Quran

Al-Kitab (Buku)
Al-Furqan (Pembeda benar salah)
Adz-Dzikr (Pemberi peringatan)
Al-Mau’idhah (Pelajaran/nasihat)
Al-Hukm (Peraturan/hukum)
Al-Hikmah (Kebijaksanaan)
Asy-Syifa (Obat/penyembuh)
Al-Huda (Petunjuk)
At-Tanzil (Yang diturunkan)
Ar-Rahmat (Karunia)
Ar-Ruh (Ruh)
Al-Bayan (Penerang)
Al-Kalam (Ucapan/firman)
Al-Busyra (Kabar gembira)
An-Nur (Cahaya)
Al-Basha’ir (Pedoman)
Al-Balagh (Penyampaian/kabar)
Al-Qaul (Perkataan/ucapan)

Makna Al Quran secara Bahasa

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa Al quran adalah bentuk kata benda infinitif (mashdar) dari kata qara’a (قرأ) yang bermakna membaca atau mengumpulkan. Jika Al quran berasal dari kata qara’a yang bermakna membaca, maka Al Quran berarti sesuatu yang dibaca, sedangkan jika berasal dari kata qara’a yang bermakna mengumpulkan, maka Al quran berarti sesuatu yang mengumpulkan, karena Al quran itu berisi kumpulan kisah-kisah dan hukum.

Al Quran menjelaskan bahwa kitab ini adalah sebuah “pembeda” (al-furqān), “buku ibu” (umm al-kitāb), “petunjuk” (huda), “kebijaksanaan” (hikmah), “pengingat” (Dzikr) dan “wahyu” (tanzīl; sesuatu yang diturunkan, menandakan sebuah objek yang diturunkan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah). Istilah lainnya yakni al-kitāb (Buku), yang juga digunakan dalam bahasa Arab untuk skriptur lain, seperti Taurat dan Injil, Kata sifat “Quran” memiliki transliterasi yang beragam, termasuk “quranic”, “koranic”, dan “qur’anic”, atau dikapitasisasikan menjadi “Qur’anic”, “Koranic”, dan “Quranic”. Istilah lain dari Al Quran adalah mushaf (‘karya tulisan’). Transliterasi “Quran” lainnya termasuk “al-Coran”, “Coran”, “Kuran”, dan “al Quran”.

Konsep pemakaian kata-kata tersebut dapat juga dijumpai pada salah satu surah Al Quran sendiri yakni pada Surah Al-Qiyamah ayat 17 dan 18 yang artinya:

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ، فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

“Sesungguhnya mengumpulkan Al Quran (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti bacaannya”.

Makna Al Quran secara Istilah

Secara istilah syari’at Al Quran adalah kalamullah Ta’ala yang diturunkan kepada rasul-Nya dan penutup para nabi, yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ تَنزِيلاً

Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu (Muhammad) sebuah Al Quran dengan sebenar-benarnya turun”. [Al-Insaan 23]

Allah Ta’ala telah menjamin Al Quran yang agung ini dari perubahan; penambahan dan pengurangan ataupun pergantian. Dia berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. ([Al-Hijr :9]

Telah berlalu masa yang cukup lama semenjak Al Quran diturunkan ( kurang lebih 15 abad) namun kitab yang suci ini tidak mengalami perubahan, penambahan, pengurangan atau penggantian ini semua menunjukan kebenaran janji Allah Ta’ala . [Lihat: Kitab Al-Ushul fit-Tafsir oleh: Syaikh Al-Utsaimin, hal: 10]

Allah telah berfirman tentang berbagai definisi Al Quran, serta terdapat penegasan bahwa tiada yang mengingkari Al Qur’an selain golongan yang celaka.

Mayoritas ahli tafsir sepakat bahwa wahyu pertama yang diterima oleh nabi Muhammad adalah surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Walaupun hal demikian tidak tertulis secara langsung di Al Quran.

Menurut Ahli Tafsir

Para ahli tafsir memiliki definisi tersendiri tentang Al Quran, semisal Dr. Subhi Saleh yang mendefinisikan Al Quran sebagai berikut:

Kalam Allah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.

Adapun Muhammad Ali Ash-Shabuni mendefinisikan Al Quran sebagai berikut:

“Al Quran adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad penutup para nabi dan rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surah Al-Fatihah dan ditutup dengan surah An-Nas”

Dengan definisi tersebut di atas, firman Allah yang diturunkan kepada nabi selain nabi Muhammad, tidak dinamakan Al Quran, tetapi dinamakan sebagai hadis qudsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *