Kemuliaan Wanita dalam Syariat Islam

Kemuliaan Wanita Dalam Islam. Dalam naungan ajaran Islam, kaum wanita hidup dengan penuh kemuliaan. Wanita terus mendapatkan penghargaan dan dihargai serta dimuliakan semenjak pertama kali dia terlahir ke bumi. Wanita dalam Islam dimuliakan dalam semua fase kehidupan yang mereka lalui, baik ketika ia sebagai seorang anak, ibu, istri, saudari, atau bibi. Kaum wanita pada semua … Baca SelengkapnyaKemuliaan Wanita dalam Syariat Islam

Tata Cara Shalat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

cara sholat gerhana

Tata Cara Melaksanakan Shalat Gerhana (Kusufain) secara singkat Imam menyerukan ash-shalatu jami‘ah. Takbiratul-Ihram, lalu membaca murottal surah al-Fatihah dan surah panjang dengan jahar. Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama. Mengangkat kepala dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, makmum membaca rabbana wa lakal-hamd. Berdiri tegak, lalu membaca al-Fatihah dan surat panjang tetapi lebih pendek dari yang … Baca SelengkapnyaTata Cara Shalat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

Shalat Gerhana: Sunnah Nabi ketika Mengalami Gerhana

gerhana

Berdasarkan perhitungan astronomi, pada tanggal 9 Maret tahun 2016 akan terjadi gerhana matahari total (GMT). Peristiwa GMT terjadi jika pada saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan dimana kerucut umbra mengenai bumi. Beberapa kawasan di indonesia dilewati oleh GMT sehingga dapat fenomena langka ini dapat diamati dengan langsung. Kota-kota yang akan terlewati … Baca SelengkapnyaShalat Gerhana: Sunnah Nabi ketika Mengalami Gerhana

Kedudukan Saksi Laki-Laki dan Perempuan dalam Islam

saksi perempuan dalam islam / hijab

Pertanyaan seputar jumlah saksi dalam Islam Mengapa dua saksi perempuan setara dengan satu saksi laki-laki? Saksi dua perempuan tidak selalu disetarakan dengan satu saksi laki-laki. Di dalam Al Qur’an ada lima ayat yang menyebutkan tentang saksi tanpa ada pengkhususan laki-laki atau perempuan. Hanya ada satu ayat dalam Al-Qur’an yang mengatakan persaksian dua wanita setara dengan … Baca SelengkapnyaKedudukan Saksi Laki-Laki dan Perempuan dalam Islam

Transkrip Ceramah Prof Dr Ahmed el-Tayeb di Kantor MUI

Transkrip dari ceramah Grand Syaikh Al-Azhar, Al-Imam Al-Akbar, Prof Dr Ahmed el-Tayeb di Kantor MUI, Senin (22/2/2016)

Ahmed Muhammad Ahmed el-Tayeb adalah Imam Besar al-Azhar dan mantan presiden Universitas al-Azhar. Dia diangkat oleh Presiden Mesir, Hosni Mubarak, setelah kematian Muhammad Sayyid Tantawy pada tahun 2010. Wikipedia

[dropcap]S[/dropcap]aya senang bisa berada di tengah-tengah Majelis ini (MUI). Ketika mendengar sambutan Ketua Umum MUI, saya menjadi mengerti bahwa Indonesia adalah negara terdepan dalam mewujudkan kesantunan.

Saya tahu bahwa Majelis ini terdiri dari berbagai ulama dengan madzhab yang berbeda-beda, tapi Alhamdulillah meskipun berbeda-beda tapi pada akhirnya bersatu. Inilah yang kita usahakan di negara-negara lain. Ini sangatlah sulit, tapi Alhamdulillah Indonesia bisa. Meskipun berbeda tapi tidak menyebabkan pertikaian dan memicu pertentangan di masyarakat. Inilah yang terjadi pada zaman shahabat, berbeda-beda tapi tidak saling menyalahkan.

Misalnya saja shalat. Rasulullah shalat di depan para shahabat, para sahabat berbeda pendapat dalam banyak hal, mulai dari masalah mengangkat tangan hingga masalah salam. Dari sini perbedaan perbedaah tadi justru menjadi rahmat bagi orang muslim.

Mulai dari gerakan takbiratul ihram: ada yang mengangkat tangannya sampai pundak, ada pula yang sampai ke telinga. Lalu, tangan bersedekap ada yang di dada bagian atas, ada yang di bagian hati, ada yang di bagian jantung. Dari situ saja kita sudah berbeda, dan perbedaan itu dibolehkan (masyru’).

Lalu kita ruku, dimana meletakkan tangan dalam ruku, kita juga berbeda pendapat. Kemudian bangun dari ruku, apakah mengangkat tangan kembali atau tidak, juga terjadi keragaman pandangan. Demikianlah hingga salam: ada yang cukup dengan mengucapkan “assalamualaikum”, ada yang harus sampai “warahmatulLaah” dan seterusnya. Bahkan, Imam Maliki cukup dengan satu salam. Perbedaan seperti ini dibolehkan (masyru’).

Itu baru dalam hal gerakan shalat, belum yang lain-lain. Sejak awal tidak ada yang mempermasalahkan perbedaan-perbedaan seperti itu. Penganut madzhab Syafii biasa shalat di belakang penganut Madzhab Maliki, dan sebaliknya, tidak pernah ada masalah. Dan tidak pernah ada orang apalagi ulama yang mengkafirkan satu sama lain disebabkan karena demikian itu.

Masalahnya adalah perbedaan-perbedaan tadi diperuncing oleh fanatisme terhadap madzhab tertentu. Meyakini bahwa madzhabnya yang betul dan yang lain salah. Yang disayangkan lagi, gerakan ekstrim ini dibelakangnya didukung oleh kekuatan materi dan sehingga menyebabkan terpecahnya umat.

Saya berharap MUI bisa membawa ruh toleransi terhadap perbedaan tadi ke masyarakat. Karena ekstrimisme akan melahirkan sikap yang mudah mengkafirkan orang lain tatkala berbeda pendapat.

Maka, tidak ada jalan lain kecuali mencontoh khazanah kita terdahulu. Khazanah kita yang dulu adalah khazanah yang berbeda-beda dan beragam, tapi menjadi rahmat. Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “alhamdulillah bahwa sahabat Rasulullah SAW berbeda pendapat”. Kalau saja para sahabat tidak berbeda maka akan menjadi sulit bagi umat hari ini. Hal itu karena masalah yang memiliki lebih dari satu penyelesaian akan terasa lebih ringan.

Kita tidak melarang orang untuk mengikuti dan menganggap salah satu dari madzhab adalah benar, tapi dengan syarat tidak menggangap hanya dia yang benar dan yang lain salah.

(Setelah dialog, karena ada pertanyaan dari Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. Machasin dan Ketua Fatwa MUI Prof. Dr. Huzaemah Tahido Yanggo tentang Syiah dan Ahmadiyah)

Apa itu Islam sudah jelas digariskan oleh Rasulullah: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji sebagaimana dalam Hadistnya yang masyhur. Jika seseorang melaksanakannya, maka ia adalah seorang muslim.

Berbeda misalnya jika ada yang meyakini bahwa Muhammad bukanlah Nabi dan Rasul terakhir, dan masih terbuka peluang munculnya nabi-nabi baru, maka jelas kita sepakat menolaknya. Karena, kenabian dan kerasulan Muhammad sebagai yang terakhir merupakan sesuatu yang sudah diketahui kebenarannya dalam agama.

Termasuk, jika mengatakan bahwa Allah keliru dalam menurunkan risalah-Nya, yaitu seharusnya bukan kepada Muhammad tetapi kepada yang lain, siapapun dia, maka jelas-jelas hal seperti ini bertentangan dengan ajaran prinsip dalam agama: sesuatu yang sudah diketahui kebenarannya dalam agama.

Jika ada yang mencela dan mencaci-maki sahabat Rasul, seperti Abu Bakar, Umar, Aisyah dsb, maka itu adalah sebuah kebodohan dan bukan ajaran yang benar. Apalagi jika ada yang meyakini bahwa Allah keliru dalam menurunkan risalahnya kepada Muhammad, mestinya kepada Ali bin Abi Thalib, itu jelas sebuah pengingkaran yang nyata.

Termasuk syiah, tidak bisa semuanya dikafirkan. Karena memang tidak mudah kita mengkafirkan orang, selama dia adalah seorang muslim seperti definisi Rasul di atas. Janganlah engkau mengkafirkan seseorang dari ahli kiblat. Kecuali jika pengingkarannya sangat nyata dan merupakan prinsip dalam agama.

لا تكفر أحدا من أهل القبلة

Jika ada orang mengatakan bahwa berzina dibolehkan itu adalah pengingkaran. Berbeda dengan orang yang melakukan perzinaan, tetapi dia masih meyakini bahwa berzina itu haram, maka orang ini telah berbuat maksiat dan berdosa besar. Sama seperti orang yang mengatakan bahwa shalat tidaklah wajib, berbeda dengan orang yang sekedar meninggalkan shalat, maka dia dihukumi maksiat dan berdosa besar.

Maka dari itu saya bersyukur, dan saya minta untuk mengajarkan ini kepada generasi berikutnya. Puji syukur kepada Allah bahwa Islam digariskan oleh Rasulullah dan tidak memberi ruang kepada siapa pun untuk mengurangi atau menambahi. Barang siapa yang bersyahadat, shalat, menunaikan zakat, berpuasa dan haji maka dia muslim tanpa memandang madzhabnya. Inilah madzab Imam Asy’ari dalam beraqidah.

Ditranskrip dari ceramah Grand Syaikh Al-Azhar, Al-Imam Al-Akbar, Prof. Dr Ahmad el-Tayeb di Kantor MUI, Senin (22/2/2016) oleh M. Saifuna (Tim Jurnalis Kunjungan Grand Syaikh ke Indonesia)

Sumber: http://mui.or.id/homepage/berita/berita-singkat/ceramah-umum-grand-syaikh-al-azhar-di-kantor-mui.html

Alkohol Haram dikonsumsi Umat Islam

Mengapa mengkonsumsi alkohol haram bagi kaum Muslimin? Alkohol telah menjadi momok di masyarakat sejak jaman dahulu. Biaya kehidupan manusia untuk alkohol sudah tak terhitung jumlahnya, dan menyebabkan kesengsaraan yang menakutkan bagi jutaan manusia di seluruh dunia. Alkohol adalah akar penyebab masalah yang dihadapi masyarakat. Statistik tingkat kejahatan yang semakin meningkat menunjukkan meningkatnya penyakit mental masyarakat dan jutaan … Baca SelengkapnyaAlkohol Haram dikonsumsi Umat Islam

Daging Babi Haram untuk Umat Islam

Mengapa memakan daging babi haram dalam islam? [dropcap]F[/dropcap]akta bahwa mengkonsumsi daging babi dilarang dalam Islam sudah sangat masyhur. Poin-poin berikut menjelaskan berbagai aspek atas larangan ini: Daging Babi dilarang dalam Al Qur’an Al-Qur’an melarang konsumsi babi sedikitnya di empat tempat yang berbeda, terdapat dalam surat: [Al-Baqoroh 2:173], [Al-Maaidah 05:03], [Al-An’aam 6:145] dan [An-Nahl 16:115]. Al-Baqoroh 2:173 … Baca SelengkapnyaDaging Babi Haram untuk Umat Islam

Makkah dan Madinah khusus Muslim

Makkah dan Madinah wilayah khusus Muslim. Mengapa non-Muslim tidak diijinkan berada di kota suci Mekkah dan Madinah? [dropcap]M[/dropcap]emang benar non-Muslim dilarang berada di kota suci Mekkah dan Madinah menurut hukum. Poin-poin berikut akan menjelaskan alasan-alasan yang masuk akal dibalik pembatasan tersebut: Semua warga negara tidak diijinkan memasuki wilayah perbatasan Saya warga negara India. Namun, saya … Baca SelengkapnyaMakkah dan Madinah khusus Muslim

Umat Islam Menyembah Kabah

Ketika Islam melarang penyembahan terhadap berhala, tetapi mengapa umat Muslim memuja dan menunduk di hadapan Kabah dalam ibadahnya? [dropcap]K[/dropcap]a’bah adalah Kiblat atau arah dimana umat Muslim menghadapkan wajahnya dalam sholat. Sangat penting untuk dicatat bahwa meskipun kaum Muslimin menghadapkan wajahnya ke Kabah ketika sholat, mereka tidak memuja atau menyembah Kabah. Umat Muslim memuja dan menyembah hanya … Baca SelengkapnyaUmat Islam Menyembah Kabah