Alkohol Haram dikonsumsi Umat Islam

Mengapa mengkonsumsi alkohol haram bagi kaum Muslimin?

Alkohol telah menjadi momok di masyarakat sejak jaman dahulu. Biaya kehidupan manusia untuk alkohol sudah tak terhitung jumlahnya, dan menyebabkan kesengsaraan yang menakutkan bagi jutaan manusia di seluruh dunia. Alkohol adalah akar penyebab masalah yang dihadapi masyarakat. Statistik tingkat kejahatan yang semakin meningkat menunjukkan meningkatnya penyakit mental masyarakat dan jutaan perceraian di seluruh dunia menjadi saksi bisu kekuatan destruktif alkohol.

 

Pelarangan Alkohol dalam Qur’an

Al Qur’an melarang konsumsi alkohol dalam ayat berikut (Al-Maaidah 5:90)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[*], adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

[*] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka’bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka’bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

 

Pelarangan Alkohol dalam Kitab Injil

Kitab Injil melarang alkohol dalam ayat:

“Minuman anggur (wine) menghinakan, minuman keras pembawa amarah; dan merela yang tertipu olehnya tidak bijaksana”

(AMSAL [Proverbs] 20:1)

“Dan jangan mabuk karena minuman anggur (wine)”

(EFESUS [Ephesians] 5:18)

 

Alkohol menekan pusat inhibisi (kontrol)

Manusia memiliki pusat inhibisi di otak mereka. Pusat inhibisi ini mencegah orang melakukan hal yang dianggap salah atau berbahaya. Misalnya seseorang biasanya tidak menggunakan bahasa kasar bila bicara dengan orang tua atau orang yang lebih tua. Bila ia harus buang air, pusat inhibisinya akan mencegahnya melakukan hal tersebut di muka umum. Karenanya, ia menggunakan toilet. Bila seseorang minum alkohol, pusat inhibisi akan tertekan. Inilah yang menyebabkan seseorang yang minum alkohol akan sering melakukan tindakan yang sama sekali tidak biasa dilakukannya. Sebagai contoh orang mabuk berbicara menyakitkan dan kasar kepada orang tuanya bahkan tidak sadar bahwa ia melakukannya. Banyak yang bahkan buang air kecil di pakaiannya. Mereka juga tidak dapat bicara dan berjalan dengan baik. Bahkan pernah ada kejadian di negara barat dimana seorang ibu muda yang sehabis minum minuman beralkohol, keesokan harinya menemui bayinya sudah tewas di sisinya, karena tanpa dia sadari, ia telah tidur dengan posisi menindih sang bayi malang itu semalaman hingga meninggal.

 

Kasus Perselingkuhan, Perkosaan, Hubungan Seks Sedarah dan AIDS banyak dilakukan oleh pecandu alcohol.

Menurut survey Biro Survey Korban Kriminalitas Nasional (Departemen Kehakiman Amerika Serikat) tahun 1996 saja, setiap hariya rata-rata 2.713 perkosaan terjadi. Statistik menunjukkan bahwa mayoritas pemerkosa sedang mabuk ketika melakukan tindakan kriminalitas. Hal yang sama terjadi pada pelecehan seksual.

Menurut statistic tersebut, 8% orang Amerika melakukan hubungan seksual sedarah, atau satu dari 12 hinga 13 orang di Amerika terlibat kasus hubungan seksual sedarah. Hampir semua kasus insest ini diakibatkan oleh mabuknya salah satu atau kedua orang yang terlibat.

Salah satu faktor yang berhubungan dengan penyebaran AIDS adalah kecanduan alkohol.

 

Kecanduan Alkohol diawali dari Minuman untuk Pergaulan

Banyak yang mendukung minuman berakohol bila tujuannya sekedar minum untuk pergaulan (social drinker, yang selanjutnya disebut pengguna ringan). Mereka menyatakan hanya minum satu-dua gelas dan masih dapat mengontrol dirinya sehingga tidak sampai kecanduan. Penyelidikan membuktikan bahwa kecanduan alkohol berawal dari kegiatan minum ringan seperti demikian. Tidak ada orang yang kecanduan alkohol atau pemabuk yang awalnya berniat minum alkohol untuk menjadi pecandu. Tidak ada peminum ringan yang bisa berkata bahwa “saya sudah minum alkohol sekian tahun dan saya masih dapat mengontrol diri sehingga tidak pernah sampai mabuk”.

 

Bila seseorang kecanduan sekali saja lalu melakukan tindakan memalukan, hal itu akan terbawa selama hidupnya

Andaikan ‘peminum ringan’ kehilangan control diri sekali saja, dalam keadaan mabuk ia melakukan perkosaan atau hubungan seks dengan keluarga terdekat. Meskipun tindakan itu akan disesalinya, manusia normal biasanya akan membawa rasa bersalah itu seumur hidup. Baik korban maupun pelaku keduanya mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki dan waktu tidak bisa diputar ulang.

 

Alkohol dilarang oleh Hadits.

Nabi Muhammad (SAW) berkata:

(Sunah Ibn-I-Majah 3, Buku tentang Zat Adiktif Berbahaya, bab 30 Hadits No. 3371):

“Alkohol adalah ibu dari segala syaithan dan yang paling memalukan dari semua syaithan.”

(Sunah Ibn-I-Majah 3, Buku tentang Zat Adiktif Berbahaya, bab 30 Hadits No. 3392):

“Segala yang menyebabkan keracunan/ ketagihan dalam jumlah besar, dilarang dalam jumlah kecil.”

(Sunnah Ibn-I-Majah 3, Buku tentang Zat Adiktif Berbahaya, ba 30 Hadits No. 3380):

“Tidak hanya orang yang minum alkohol saja yang dikutuk, tetapi mereka yang berurusan dengannya baik secara langsung ataupun tidak langsung juga dikutuk Allah”. Dikatakan oleh Anas (as), bahwa Rasul Muhammad (SAW) mengatakan: “Kutukan Tuhan jatuh pada sepuluh kelompok orang yang berurusan dengan alkohol. Mereka adalah yang menyaring, yang menerima hasil saringan, yang meminum, yang mengirimkan, yang menerima kiriman, yang menghidangkan, yang menjual, yang menggunakan uang daripadanya, yang membeli dan yang membelinya dari orang lain.”

 

Penyakit Yang Berhubungan Dengan Alkoholisme

Terdapat beberapa alasan ilmiah terhadap pelarangan konsumsi alkohol. Jumlah kematian tertinggi di dunia terkait dengan penyebab khusus adalah karena konsumsi alkohol. Jutaan manusia meninggal setiap tahun hanya karena asupan alkohol. Tidak perlu dirinci lebih detail mengenai semua efek buruk dari alkohol karena kebanyakan sudah dikenal secara umum. Berikut ini adalah daftar sederhana beberapa penyakit yang berhubungan dengan alkohol:

  1. Sirosis hati adalah penyakit yang paling dikenal terkait dengan alkohol.
  2. Kanker kerongkongan, kanker kepala dan leher, kanker hati, kanker usus, dan sejenisnya.
  3. Esofagitis (radang kerongkongan), gastritis (radang lambung), pankreatitis (radang pankreas) dan hepatitis adalah jenis penyakit yang terkait dengan pengkonsumsian alkohol.
  4. Penyakit otot jantung (Kardiomiopati), tekanan darah tinggi (hipertensi), pengerasan pembuluh darah (artherosclerosis koroner), nyeri dada yang parah akibat eskimia (angina) dan serangan jantung adalah penyakit-penyakit yang dihubungkan dengan konsumsi alkohol yang berlebihan.
  5. Stroke, penyakit ayan (apoplexy), kejang dan beberapa jenis kelumpuhan (Fits and different types of Paralysis) juga dihubungkan dengan konsumsi alkohol.
  6. Kerusakan saraf pada sistem saraf perifer (neuropati perifer), degenerasi sel-sel otak (atrofi kortikal), kerusakan dan pemborosan jaringan otak kecil (atrofi cerebellum) merupakan sindrom-sindrom yang terkenal disebabkan oleh konsumsi alkohol.
  7. Otak basah dengan amnesia terhadap peristiwa yang baru saja terjadi (sindrom Wernicke- Korsakoff), distorsi memori terhadap peristiwa-peristiwa lama dengan beragam tipe kelumpuhan terutama karena kekurangan thiamin akibat konsumsi alkohol berlebihan (confabulations dan retainment memori)
  8. Beri-beri dan defisiensi lain merupakan hal yang umum terjadi diantara pecandu alkohol. Bahkan Pellagra juga menimpa mereka.
  9. Guncangan gannguan mental (Delerium Tremens) merupakan komplikasi serius yang mungkin terjadi infeksi berulang-ulang dari pecandu alkohol atau pasca operasi. Itu juga terjadi selama pantangan sebagai tanda efek penarikan. Hal ini cukup serius dan akan bisa menyebabkan kematian walaupun dirawat di pusat rehabilitasi yang peralatannya lengkap.
  10. Numerous Endocrine Disorders diasosiasikan dengan alcoholism mulai dari Myxodema sampai dengan Hyperthyroidism dan Florid Cushing Syndrome.
  11. Efek buruk hematologi adalah panjang dan tidak tetap. Kekurangan asam folat, bagaimanapun, adalah manifestasi yang paling umum dari penyalahgunaan alkohol mengakibatkan anemia makrositik (Macrocytic Anemia). Zeive’s syndrome adalah tiga serangkai anemia hemolitik (Hemolytic Anemia). Penyakit kuning (Jaundice) dan Hyperlipaedemia yang mengikuti pesta alcohol.Thrombocytopenia and kelainan platelet lain adalah hal yang tidak jarang dalam alkoholisme.
  12. Tablet yang umum digunakan metronidazole (flagyl) berinteraksi buruk dengan alcohol.
  13. Infeksi berulang sangat umum di kalangan pecando alkohol kronis. Ketahanan terhadap penyakit dan sistem pertahanan kekebalan tubuh (imunologi) terganggu oleh konsumsi alkohol.
  14. Infeksi dada {Chest infections) adalah terkenal bagi pecandu alcohol. Pneumonia, abses paru, emfisema (Emphysema) dan TBC paru semua umum terjadi pada pecandu alkohol
  15. Selama intoksikasi alcohol akut, peminum biasanya muntah-muntah, reflek batuk (cough reflexes) sebagai pelindung lumpuh. Dengan demikian, muntahan mudah lolos ke paru-paru dan menyebabkan radang paru dan abses paru.Terkadang menyebabkan sesak nafas dan kematian.
  16. Efek buruk alcohol pada wanita perlu mendapat perhatian khusus. Wanita lebih rentan terhadap alkohol terkait sirosi (Cirrhosis) dibanding pria. Selama kehamilan, konsumsi alkohol berakibat buruk terhadap janin. Sindrom alcohol janin (Foetal Alcohol Syndrome) semakin dikenal di profesi medis.
  17. Penyakit kulit juga berkaitan dengan kesenangan mengkonsumsi alkohol.
  18. Sejenis penyakit kulit (Eczema), Alopecia, kekurangn gizi pada kuku (Nail Dystrophy), Paronychia (infeksi disekitar kuku) dan Angular Stomatitis (radang sudut mulut) adalah penyakit umum dikalangan pecandu alkohol.

 

Alkoholisme adalah penyakit

Dokter sekarang berbalik liberal terhadap pecandu alcohol, menamakan alkoholisme sebagai Penyakit daripada Kecanduan. Islamic Research Foundation menerbitkan pamphlet yang menyatakan: Jika alcohol adalah suatu penyakit, itu adalah hanyalah penyakit yang:

  1. Dijual dalam botol
  2. Diiklankan dalan surat kabar, majalah, radio dan televisi
  3. Memiliki gerai berlisensi untuk menyebarkannya
  4. Menghasilkan pendapatan bagi Negara
  5. Membawa kematian di jalan raya
  6. Menghancurkan kehidupan keluarga dan meningkatkan kejahatan
  7. Tidak memiliki kuman dan virus penyebab

 

Alkoholisme Bukanlah Suatu Penyakit – Alkoholisme Adalah Karya Setan

Allah SWT dalam firman NYA memperingatkan kita untuk melawan jerat setan. Islam adalah “Deen-ul-Fitrah” atau agama alamiah manusia. Semua perintah-Nya ditujukan untuk menjaga keadaan alami manusia. Alkohol adalah penyimpangan dari keadaan alami itu, baik bagi individu maupun bagi masyarakat. Hal itu menurunkan derajat manusia pada level yang paling rendah daripada binatang dimana binatang dinyatakan-Nya lebih tinggi dari manusia pada saat itu. Sehingga mengkonsumsi akohol adalah dilarang dalam Islam.

Zakir Naik: http://www.irf.net/faq/faq1_12.html

Tinggalkan komentar